Penggunaan Dana Desa Dengan Padat Karya Tunai Di Gorontalo

INDONESIASATU.CO.ID:

; Gorontalo - Alokasi Dana Desa untuk Propinsi Gorontalo sebesar Rp. 537,04 miliar yang akan disalurkan ke 657 desa. Terdapat perbedaan skema penyaluran di banding tahun tahun sebelumnya, dimana pada tahun 2017 dana disalurkan oleh Kemenkeu ke Pemerintah Daerah melalui 2 (dua) Tahap. Namun di tahun 2018 ini disalurkan melalui 3 (tiga) tahap. Adapun penggunaan dana desa untuk program pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa dan akan lebih ditekankan untuk kegiatan "cash for work" atau padat karya tunai.

Hal ini terungkap saat dilaksakan rapat koordinasi antara Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Propinsi, BPMD kabupaten dan Badan Keuangan Kabupaten seluruh propinsi Goronntalo yang diikuti juga oleh Camat,  Pendamping Dana Desa dan beberapa Kepala Desa beberapa waktu lalu di Hotel Grand Q Gorontalo.

Sebanyak Rp.107.41 miliar dana desa tahap pertama sudah dicairkan dari Kas Negara ke Kas Daerah. Jumlah uang tersebut merupakan 20 persen dari Rp.537,04 miliar dana desa di Gorontalo. Sedangkan sisanya akan dicairkan pada tahap berikutnya. Tahap kedua sebesar 40 persen pada Maret s.d. Juni. Sedangkan tahap terakhir sebesar 40 persen akan dicairkan paling cepat bulan Juli. Demikian disampaikan oleh Didik Ariwibawa, Kepala Bidang PPA II Kanwil DJPB Provinsi Gorontalo pada acara Rapat Koordinasi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Tingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2018 (01/03/2018). Didik Ariwibawa menyampaikan materi PMK 225/PMK.07/2017 Tentang Perubahan Kedua Atas PMK Nomor 50/PMK.07/2017 Tentang Pengelolaan Transfer Ke Daerah Dan Dana Desa.

Penggunaan Dana desa pada tahun 2018 ini diharapkan lebih memberdayakan masyarakat setempat, diupayakan pekerjaan yang diilaksanakan tidak dilakukan oleh kontaktor tapi diutamakan swakelola oleh masyarakat. Seingga dana desa yang diperoleh dapat berputar didesa setempat, sesuai arahan presiden  Joko widodo.

Rakor yang dilaksanakan di Hotel Grand Q Gorontalo itu dihadiri oleh seluruh camat, tenaga pendamping, tenaga ahli dan BPMPD di lingkup Provinsi Gorontalo. Rakor tersebut mengingatkan akan pentingnya koordinasi dan sinergi pengelolaan Dana Desa antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Tujuannya adalah agar bersama-sama melakukan pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaan penyaluran Dana Desa di wilayah kerja masing-masing untuk memastikan kebenaran penggunaan Dana Desa dan menghindari terjadinya keterlambatan penyaluran. Acara diakhir dengan penyerahan Buku Saku Dana Desa dan Buku Pintar Dana Desa kepada perwakilan BPMPD Provinsi Gorontalo.

  • Whatsapp

Index Berita