Potret Cerah Layanan Transportasi Online di Gorontalo

INDONESIASATU.CO.ID:

Perubahan adalah sebuah keniscayaan. Dua puluh tahun yang lalu, beberapa hari menjelang Lebaran adalah masa yang sangat melelahkan bagi seorang pegawai kantor pos, hal itu terjadi dikarenakan semua orang sibuk mengirimkan kartu ucapan Lebaran untuk kerabat sampai relasi kerja. Namun seiring waktu berganti dan inovasi teknologi informasi (TI) terjadi, kini pemakaian kartu tersebut telah ditinggalkan oleh sebagian besar warga Indonesia. Sekarang masyarakat lebih senang ber ‘tang ting tung ‘ ria mengirimkan ucapan selamat lewat smartphone. Dengan beraneka macam versi ucapan yang ada dan adanya kemudahan fungsi ‘copy-paste’, kini dimulai sejak malam takbiran hingga hari kedua lebaran, notifikasi ucapan selamat akan selalu datang bertubi-tubi.

Pada abad ke-21 ini, inovasi pada bidang teknologi informasi telah memudahkan masyarakat untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Kemudahan dalam berbelanja, transfer dana dan pelunasan tagihan sekarang dapat diselesaikan hanya dengan kartu elektronik dan smartphone. Koordinasi dan komunikasi antar individu pun menjadi lebih lancar, terbantu oleh fitur chat dan group chat yang ditawarkan oleh ratusan aplikasi komunikasi yang ada pada ‘playstore’ sebuah smartphone. Dulu, seseorang harus bersusah payah membuka ensiklopedia atau buku Rangkuman Umum Pengetahuan Lengkap (RPUL) untuk meningkatkan kompetensi pribadi, sekarang cukup dengan bertanya kepada om ‘Google’ tentang suatu topik dan mesin pencari web tersebut akan memberikan ratusan informasi terkait dalam hitungan detik.

Salah satu inovasi TI lainnya yang bermanfaat bagi khalayak ramai adalah aplikasi transportasi online yang layanannya mulai beroperasi di Indonesia sejak tahun 2014. Aplikasi ini berfungsi sebagai tempat bertemunya masyarakat yang membutuhkan jasa dan mitra pengemudi dari perusahaan teknologi penyedia aplikasi transportasi online. Aplikasi ini membantu konsumen dengan menyediakan tampilan untuk menentukan titik penjemputan, titik pengantaran dan besaran tarif yang harus dibayar. Dari besaran tarif sebuah order tersebut, normalnya skema pembagian hasil antara pihak perusahaan dan mitra pengemudi adalah 20% : 80%. Jadi jika ada sebuah order antar dokumen dengan tarif sebesar Rp. 7.000,- rupiah maka jatah untuk perusahaan adalah Rp. 1.400,- dan sisanya Rp. 5.600,- masuk ke dompet pengemudi. Selain mendapatkan bagi hasil dari penumpang tersebut, mitra pengemudi juga menerima insentif / bonus harian dari pihak perusahaan penyedia jasa, jumlah bonus harian tersebut bervariasi dan tergantung pada jumlah order yang diselesaikan seorang mitra pengemudi dalam batas waktu tertentu.

Bagaimana perkembangan penggunaan aplikasi transportasi online di Provinsi Gorontalo?

Pada akhir bulan Februari 2018, Grab (PT. Solusi Transportasi Indonesia) yang merupakan salah satu perusahaan teknologi penyedia aplikasi transportasi online mulai merintis kerjasama dengan mitra pengemudi regional Gorontalo untuk beroperasi menyediakan jasa pengantaran. Berdasarkan testimoni dari para mitra pengemudi*, sampai dengan pertengahan bulan Juli ini diperkirakan ada sekitar 400-an mitra pengemudi Grabbike dan 500-an mitra pengemudi Grabcar yang aktif beroperasi. Sedangkan PT GO-JEK Indonesia melakukan strategi penetrasi pasar yang berbeda dengan kompetitornya, GO-JEK berekspansi ke Gorontalo pada awal bulan Mei 2018 dengan melakukan kerjasama kemitraan khusus hanya dengan pengemudi becak motor beroda tiga alias bentor. Hubungan kemitraan khusus itu dilakukan untuk memaksimalkan manfaat kearifan lokal dan meningkatkan kesejahteraan penyedia jasa transportasi konvensional. Saat ini diperkirakan telah ada 500 pengemudi bentor yang sudah bergabung menjadi mitra GO-JEK.  

Dalam 4 bulan terakhir semenjak Grab dan GO-JEK beroperasi di Gorontalo, beragam dampak positif telah diterima oleh Warga Gorontalo. Dari sisi pengguna, warga yang tinggal didalam kompleks perumahan bisa lebih praktis untuk bepergian tanpa perlu berjalan kaki ke tepi jalan raya terdekat. Hanya dengan memesan dan menaruh koordinat gps rumahnya, pemesan bisa memantau posisi sang pengemudi lewat aplikasi secara real-time dan dalam hitungan menit, sang mitra pengemudi akan segera tiba didepan rumah pemesan. Sistem Aplikasi juga memberikan besaran tarif yang murah dan tetap sehingga ongkos yang dibayarkan kepada mitra pengemudi akan selalu sama setiap waktu. Pengguna juga akan selalu dimanjakan oleh promo potongan tarif yang diselenggarakan oleh provider aplikasi, tentunya hal ini membantu mengurangi pengeluaran rutin pengguna. Lengkapnya identitas mitra pengemudi yang ditampilkan aplikasi mulai dari wajah, jenis kendaraan dan plat kendaraan serta posisi pengemudi yang selalu terpantau oleh server aplikasi membuat konsumen tidak perlu khawatir akan isu keamanan dan potensi kerugian.

Aplikasi Transportasi Online juga memberikan layanan dalam pengantaran dokumen dan pembelian makanan, dua jenis layanan ini sangat membantu warga mendapatkan keperluannya tanpa perlu menghadapi antrian panjang dan kejamnya transisi cuaca Gorontalo, duet maut panas terik di siang hari dan terkadang hujan deras di sore hari. Hadirnya Grab dan GO-JEK di Gorontalo juga telah membantu menggerakkan perekonomian rakyat kecil, hal ini bisa terlihat dari peningkatan omset yang diterima oleh para pelaku usaha kecil misalnya antara lain penjual olshop, warung ayam geprek dan pedagang es kekinian.     

Hasil Survey Kepada Mitra Pengemudi

Penghasilan Bulanan sebelum menjadi Mitra Pengemudi

* Pengangguran 33%

* 0 - 1 juta terdapat 20%

* 1 - 2 juta terdapat 18%

* 2 - 3 juta terdapat 13%

* 3 - 4 juta terdapat 11%

* 4 juta keatas terdapat 5%

Penghasilan Bruto Bulanan Hasil Kemitraan

* 0 - 1 juta terdapat 51%

* 1 - 2 juta terdapat 23%

* 2 - 3 juta terdapat  9%

* 3 - 4 juta terdapat 11%

* 4 - 5 juta terdapat 4%

* 5 juta ke atas terdapat 2%

Berbagai manfaat juga dirasakan oleh mitra pengemudi aplikasi transportasi online ini. Berdasarkan survey oleh penulis yang diikuti oleh 45 mitra pengemudi Grabbike dengan rentang usia 18 – 42 tahun, 100 persen responden merasa dengan menjadi mitra pengemudi kesejahteraan mereka sangat terbantu dan jumlah relasi mereka juga bertambah. Awalnya, sebanyak 33 persen responden adalah pengangguran dan 38 persen responden memiliki penghasilan dibawah Upah Minimum Provinsi Gorontalo tahun 2018. Setelah Grab resmi beroperasi, 43 persen responden mengaku menerima penghasilan kotor bulanan hasil dari kemitraan sebesar 1 s.d 4 juta rupiah. Menjadi mitra pengemudi bukan juga berarti harus senantiasa bekerja di atas jalanan sepanjang waktu, mitra pengemudi dapat mengatur jam operasi ( ON ) sesuka hati. Sejumlah 51 % dari responden mengaku bekerja penuh menjadikan profesi pengemudi sebagai mata pencaharian tunggal atau dengan kata lain sebagian besar (49%) dari responden menjadikan profesi ini hanya sebagai pekerjaan sampingan.

Hasil Survey Kepada Mitra Pengemudi

Kendala dalam beroperasi

* Kondisi cuaca 15%

* Order fiktif 40%

* Kualitas jaringan operator selular 9%

* Konsumen yang kurang memahami proses pemesanan 27%

* Lain - lain 9%

Para peserta survei juga mengungkapkan bahwa kendala terbesar yang mereka hadapi di lapangan adalah order fiktif (40%), disusul oleh situasi dimana sang pemesan kurang memahami penuh prosedur pemesanan (27%). Kondisi ini mengakibatkan pemesan memberikan titik lokasi penjemputan yang sangat jauh melenceng dari lokasi sebenarnya. Hal ini tentunya merugikan mitra pengemudi karena menurut ketentuan, mereka harus secara nyata berada dalam radius 100-200 meter dari titik jemput dan titik drop off untuk dapat memulai dan menyelesaikan sebuah order, jika hal tersebut sering dilanggar maka pembekuan / suspen akun siap menanti.     

Salah satu  upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan atmosfer positif ini adalah peningkatan impresi publik melalui pesan promosional. Iklan layanan melalui billboard di tepi jalan dan media televisi regional dapat dilakukan oleh pihak perusahaan teknologi penyedia jasa aplikasi transportasi online. Upaya publikasi besar-besaran tersebut diharapkan dapat menambah jumlah konsumen pengguna aplikasi transportasi online dari segala kelompok usia di wilayah Gorontalo. Sampai dengan saat ini, mayoritas pengguna aplikasi di Gorontalo berasal dari kaum pelajar dan pekerja muda sehingga ketika masa libur panjang tiba otomatis jumlah pesanan mengalami penurunan yang signifikan. Peningkatan jumlah pengguna akan berbanding lurus dengan jumlah pesanan yang masuk kepada mitra pengemudi dan kesejahteraan mitra pengemudi akan meningkat. Gema cerita akan peningkatan penghasilan mitra pengemudi tersebut tentunya akan menambah jumlah anggota masyarakat yang ingin bergabung, disinilah perlunya peran pemerintah daerah selaku regulator untuk mengarahkan pihak perusahaan untuk memprioritaskan penerimaan mitra pengemudi baru khusus dari para pelaku transportasi konvensional. Semakin banyak pelaku transportasi konvensional yang bergabung menjadi mitra tentunya akan berpengaruh baik untuk kesejahteraan bersama.

Tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis dan tidak mewakili institusi dimana penulis bekerja.

* Jumlah konkrit mitra pengemudi aktif regional Gorontalo pada database masing-masing perusahaan penyedia teknologi aplikasi transportasi online kemungkinan berbeda dengan hasil testimoni mitra pengemudi diatas. Perkiraan jumlah diatas disampaikan untuk membantu menekankan tujuan penulisan artikel.  

Penulis,

Agi Sardjasasmita, S.E., M.Sc, MIDEC

ASN Kanwil DJPB Provinsi Gorontalo

  • Whatsapp

Index Berita