Indonesia Peringkat 72 Untuk Ease of Doing Business (EODB) tahun 2018

Wartagorontalo.com : gorontalo - Rabu (1/11) bertempat di Kantor Menko Perekonomian, pada pukul 8.15 wib, dilakukan press conference terkait peningkatan peringkat EODB Indonesia. Penjelasan dipimpin langsung Menko Perekonomian, Darmin Nasution, dan di hadiri Menteri  Perdagangan, Ketua BKPM, Wakil Menteri Keuangan, Menteri KLHK diwakili Dirjen Perubahan Iklim dan Kepala BNPB. Darmin Nasution, menjelaskan peringkat EODB Indonesia untuk tahun 2018 ada diperingkat 72,  naik 19 poin dibanding tahun 2017 diperingkat 91 dan di tahun 2016 ada di peringkat 106. Ini pencapaian luar biasa di masa 3 tahun pemerintahan Jokowi-JK. Darmin, menjelaskan ada banyak kriteria yang di nilai antara lain, starting a business, dealing with construction permits, getting electricity, registering property, getting credit, protecting minority investors, paying taxes, trading across borders, enforcing contract, and resolving insolvency, semua unsur penilaian tersebut mengalami perbaikan dibanding tahun tahun sebelumnya.

Menteri Perindustrian, Erlangga Hartanto, menjelakan juga Indonesia berhasil menembus rangking 9 tahun 2016 untuk manufacturing value added  di dunia. Dimana ada tiga negara yanga sama dengan imdonesia antara lain Inggris  Indikator ini mencerminkan seberapa besar nilai tambah industri manufaktur terhadap ekonomi suatu negara. Peringkat pertama diduduki oleh China.

Kepala BKPM, Thomas Lembong, menjelaskan beberapa hal yang perlu jadi perhatian kita terkait kemudahan perijinan dengan menggunakan kemajuan tekhnologi informasi dan penggunaan tanda tangan elektronic dalam proses perijinan. Pada kesempatan ini, Menteri KLHK. yang diwakili  Dirjen Perubahan Iklim, Nur Masri Patin, menjelaskan terkait pencegahan kebakaran hutan yang berhasil menurunkan hotspot sebesar 92.4 % luas kebakaran sebesar 99.44% dari periode 2015 ke 2017. 

Ini suatu pencapaian yang luar biasa dalam 3 tahun kepemimpinan Jokowi-JK, jelas Darmin Nasution.

Index Berita