Fleksibilitas Penyetoran Kewajiban Kepada Negara Lewat MPN G2

INDONESIASATU.CO.ID:

Modul Penerimaan Negara Generasi Kedua (MPN G2) adalah sebuah inovasi teknologi dalam layanan penyetoran penerimaan negara yang dikembangkan oleh Ditjen Perbendaharaan Kemenkeu sejak tahun 2014. Sistem aplikasi ini telah wajib digunakan oleh seluruh Bank dan Pos sejak awal tahun 2017 dan dibanding sistem sebelumnya, MPN G2 bisa menyediakan akses yang lebih nyaman dan fleksibel bagi rakyat Indonesia (Wajib Pajak/Bayar/Setor).  Mereka dapat melakukan pengisian billing / surat setor tanpa harus pergi ke Bank melalui portal billing yang disediakan secara online.

Sebagai sebuah sistem, MPN G2 berhasil mengintegrasikan sistem-sistem penerimaan negara yang  awalnya terpisah. Pengelolaan terpisah itu sebelumnya menimbulkan kendala bagi pihak perbankan yang harus mengelola mekanisme tiap sistem tersebut. Padahal, selain teknis pengolahan data yang berbeda, teknologi yang diterapkan oleh masing-masing sistem juga memiliki kesenjangan. Sekarang, para pemilik tagihan penerimaan negara yang dulunya terpisah dikenal dengan sebutan Biller. Tiap Biller memiliki portal billingnya masing masing, yakni SIMPONI untuk Direktorat Jenderal Anggaran, portal pengguna jasa untuk Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, dan e-billing pajak untuk Direktorat Jenderal Pajak.

Selama 4 tahun terakhir, manfaat yang diterima oleh rakyat Indonesia dari diberlakukannya MPN G2 sangat signifikan. Salah satunya yakni masyarakat tidak perlu lagi mengantri selama puluhan menit bahkan sampai hitungan jam di loket teller Bank. Bayangkan, seorang staff administrasi keuangan perusahaan / satuan kerja pemerintahan bisa menghabiskan waktu kerja selama 2 sampai 3 jam tiap harinya untuk pergi ke Bank melakukan penyetoran pajak atau PNBP. Tentunya penghematan waktu yang diciptakan oleh fleksibilitas sistem ini bisa meningkatkan produktivitas dan efisiensi pemberdayaan SDM perusahaan. Wajib setor tersebut bisa memanfaatkan channel pembayaran lain yang lebih praktis tanpa batas waktu (24 Jam) seperti Anjungan Tunai Mandiri (ATM), Internet Banking dan Mobile Banking.

Manfaat lainnya adalah kemudahan dalam pengarsipan Bukti Penerimaan Negara (BPN) dan rekam jejak transaksi, baik itu history pembuatan kode billing yang tersimpan secara digital pada server biller atau bukti setor hasil Internet Banking. Untuk keperluan administrasi keuangan, masyarakat / korporasi yang menggunakan Internet Banking dan Cash Management System (CMS) dalam menyetor kewajibannya akan secara langsung bisa mendapatkan softcopy bukti setor dalam bentuk ekstensi PDF, tidak perlu lagi melakukan scan ulang dari bukti setor fisik hasil penyetoran melalui teller bank. Upaya ulang pemindaian dokumen itu biasanya ditempuh karena penyimpanan bukti setor secara manual sangat rentan hilang atau tidak jelas terbaca lagi karena rendahnya kualitas kertas bukti setor. Dengan kata lain, MPN G2 berperan sebagai katalisator peningkatan mutu manajemen kearsipan baik individu maupun organisasi.  

Bagaimana Kondisi penerapan MPN G2 di Gorontalo ?

Dashboard penerimaan Negara merupakan salah satu fitur pada MPN G2 untuk memantau data transaksi penerimaan negara sehingga para pengguna sesuai level kewenangannya dapat mengakses informasi terkait secara mudah. Fitur ini pernah masuk kedalam 35 besar inovasi pelayanan publik tahun 2016, terpilih dari 2400 inovasi pelayanan publik yang ada pada saat itu.  

Berdasarkan data dari Dashboard Penerimaan Negara Ditjen Perbendaharaan Kemenkeu, pada tahun 2017 telah terjadi 365.602 transaksi setoran penerimaan negara pada wilayah provinsi Gorontalo. Dari ratusan ribu transaksi tersebut, hanya terdapat 19.536 transaksi atau 5,3% transaksi yang dilakukan melalui kanal elektronik ( ATM, Internet & Mobile Banking). Sedangkan pada bulan Januari sampai dengan Mei 2018 telah terjadi 126.678 transaksi dan kali ini terdapat 9.376 transaksi atau 7.4% transaksi yang terjadi tanpa melalui teller Bank.

Transaksi Penerimaan Negara Provinsi Gorontalo

No

Channel Pembayaran

Tahun 2017

Tahun 2018 (Jan s.d Mei )

Jlh Trans

%

Nominal

Jlh Trans

%

Nominal

1

Force Flagging

107

0,029

237.657.620

3

0,002

786.000

2

ATM

11.383

3,118

4.840.406.956

4.785

3,777

1.822.794.702

3

Teller

345.419

94,619

616.527.307.647

117.299

92,596

184.941.897.301

4

Internet Banking

8.142

2,230

66.419.007.040

4.348

3,432

32.412.122.312

5

Mobile Banking

11

0,003

8.063.555

243

0,192

99.763.876

Total

365.062

100,000

688.032.442.818

126.678

100,000

219.277.364.191

  • Force flagging adalah status untuk transaksi yang mengalami time out tanpa Nomor Transaksi Penerimaan Negara yang dilaporkan dalam DNP sehingga proses pemberian NTPN dilakukan setelah proses rekon transaksi oleh kantor pusat bank terkait, tidak dapat dimasukan ke dalam kategori setoran non teller.

 

Dari fakta diatas dapat diambil dua buah opini akan kondisi yang terjadi. Yang pertama adalah masyarakat Gorontalo masih banyak yang belum mengetahui akan adanya channel pembayaran lain yang bisa digunakan untuk menyetor kewajiban kepada negara. Dan yang kedua adalah masyarakat Gorontalo masih lebih nyaman dan teryakinkan untuk melakukan transaksi secara konvensional (tatap muka dengan teller) ketimbang melalui kanal elektronik yang lebih fleksibel.   

Beberapa upaya dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Gorontalo tentang pembayaran MPN G2 melalui kanal elektronik. Setidaknya terdapat tiga cara yang bisa dilakukan agar jumlah transaksi MPN G2 non teller mengalami peningkatan. Pertama, adanya Sinergi antar unit vertikal Kementerian Keuangan di provinsi Gorontalo baik biller maupun settlement untuk bersama-sama menyebarkan informasi terkini mengenai petunjuk pembayaran penerimaan negara melalui kanal elektronik kepada masyarakat. Penyebaran informasi bisa dilakukan melalui penyisipan materi di berbagai acara sosialisasi, workshop ataupun pada meja layanan Front Office.  Beberapa media informasi yang dapat disebar antara lain adalah buku saku digital MPN G2 (bisa diakses via http://bit.ly/infobayarMPN G2),  website info bayar MPN G2 (bisa diakses via http://penerimaan-negara.info) dan yang terakhir bisa dengan cara mengunduh aplikasi Android ‘Info bayar MPN G2’ melalui Google Playstore. Seperti yang kita tahu, tiap Bank memiliki menu entry setoran MPN G2 yang berbeda untuk diisi oleh nasabah. Oleh karena itu, untuk mempermudah masyarakat memahaminya, disusunlah buku saku digital MPN G2. Buku tersebut merangkum tata cara penyetoran penerimaan negara melalui kanal elektronik pada 80 bank yang berbeda.

Kedua, perlunya perhatian lebih dari para Pimpinan perbankan regional Gorontalo untuk  memotivasi personelnya dalam memberikan edukasi MPN G2 kepada para nasabah. Informasi kemudahan menyetor penerimaan negara via kanal elektronik dapat disampaikan oleh front liner, call center, pada event pameran produk perbankan atau  info sisipan pada media promosi produk perbankan lainnya (brosur, leaflet, starter pack produk). Upaya ini juga dapat dikategorikan sebagai salah satu cara meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Yang terakhir, pimpinan Pemerintah Daerah juga bisa terlibat dalam usaha meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang channel alternatif pembayaran MPN G2. Dimulai dengan menghimbau seluruh staff pengelola keuangan SKPD dan bendahara dana desa agar melakukan penyetoran pajak dan PNBP melalui kanal elektronik, setelah hal itu terlaksana bisa dilanjutkan dengan menghimbau staff keuangan rekanan Pemerintah Daerah untuk melakukan hal serupa.

Penulis,

Agi Sardjasasmita, S.E., M.Sc, MIDEC

ASN Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita