Evaluasi Kinerja Pelaksanaan APBN dan APBD Propinsi Gorontalo Tahun 2017

INDONESIASATU.CO.ID:

Gorontalo - Senin (15/1) pukul 09.00 WITA, bertempat di ruang Dulohupa Kantor Gubernur Propinsi Gorontalo diadakan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksaan APBN dan APBD tahun 2017. Dalam Rakorev tersebut dipimpin langsung Wakil Gubernur Propinsi Gorontalo, Idris Rahim, dihadiri Ketua DPRD dan Ketua Komisi III DPRD Propinsi Gorontalo, Para Bupati dan Walikota, Sekda, Asisten, Kepala Kantor Instansi Vertikal, SKPD se Propinsi Gorontalo. Dalam Rapat tersebut Kepala Biro Pengendalian Pembangunan dan Ekonomi, Wahyudin Katili, memaparkan capaian pelaksanaan APBD Propinsi maupun Kabupaten dan Kota se Propinsi Gorontalo. Dalam paparannya, realisasi fisik APBD mencapai 95,77% dan realisasi keuangan mencapai 90,42%. Ada beberapa perbedaan data dari kabupaten dan kota terkait belum diinput nya data kedalam aplikasi e-monev milik Pemprov Gorontalo.

Pada kesempatan tersebut Kepala Kanwil DJPb Provinsi Gorontalo, Ismed Saputra, menyampaikan beberapa hal terkait Pengelolaan APBN 2017 yang meliputi capaian realisasi anggaran, langkah pengendalian APBN, permasalahan yang dihadapi satker selama tahun 2017, rekomendasi pelaksanaan anggaran, tantangan pengelolaan keuangan tahun 2018, dan laporan Penyaluran DAK Fisik dan Dan Desa selama tahun 2017. Adapun alokasi pagu DIPA 2017 sebesar Rp 5,44 trilyun dengan realisasi sebesar 92,96%, ini lebih tinggi dari target sebesar 90%. Pada tahun 2017 dilakukan pengendalian belanja yang difokuskan pada penghematan belanja perjalan dinas, rapat/konsinyering, seminar dan honor kegiatan, pembatasan optimalisasi dana (sisa lelang). Dalam pemaparannya, Ismed Saputra, menyampaikan kendala dalam pelaksanaan anggaran DAK Fisik dan Dan Desa serta hal hal yang perlu menjadi perhatian di tahun 2018.

Selanjutnya acara diisi sambutan dan pembukaan rapat oleh Wagub Gorontalo. Dalam sambutannya, Idris Rahim, menyampaikan apresiasi pelaksanaan anggaran tahun 2017 yang mencapai 92,96%. Kemudian beliau menyampaikan kembali arahan Presiden Jokowi dalam Penyerahan DIPA di Bogor, 6 Desember 2017. Idris Rahim, juga menekankan perlunya koordinasi yang baik antara seluruh SKPD, dengan Bupati, dan Kanwil DJPb Provinsi Gorontalo dalam pengelolaan APBN/APBD, agar pelaksanaan APBN/APBD di Gorontalo pada tahun 2018 dapat berjalan lebih baik.

Acara kemudian dilanjutkan dengan klarifikasi terkait kondisi pelaksanaan APBN/APBD tahun 2017 oleh Wakil Bupati Boalemo dan Wakil Bupati Pohuwato. Juga dibahas kondisi perekonomian di Gorontalo oleh Bappeda Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Gorontalo dan para bupati/walikota (yang mewakili) se-Provinsi Gorontalo. Mereka melaporkan perkembangan terkini perekonomian Gorontalo mulai dari angka kemiskinan, strategi menekan kemiskinan, persediaan pangan beras di Gorontalo, penyebab turunnya harga jagung di Gorontalo, serta terjadinya bencana banjir beberapa waktu lalu di Kabupaten Boalemo. Rakorev ditutup oleh Wagub Gorontalo pada pukul 12.00 WITA, karena akan dilakukan peninjauan gudang Bulog terkait antisipasi harga beras di Propinsi Gorontalo.

Berita Terbaru

Index Berita